BRMP Pengelola Hasil Dorong Transformasi Peran Penyuluh Pertanian di Kabupaten Cianjur
Cianjur (14/9) — Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP PH) turut menghadiri kegiatan “Koordinasi Program Strategis Kementrian Pertanian” bersama para Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Cianjur. Adapun kegiatan ini, disampaikan oleh Abdul Sidik, S.P., M.M selaku Katimker Penyuluh Kabupaten Cianjur, merupakan kegiatan rutin penyuluh untuk koordinasi pelaksanaan kegiatan strategis Kementan dan tentunya guna memperkuat peran penyuluh. Adapun tema yang diangkat kali ini adalah “Penyuluh Sigap, Swasembada Pangan Makin Mantap”. Melengkapi pelaksanaan kegiatan ini, Kepala BRMP PH sekaligus Penanggung jawab (Pj) Program Luas Tambah Tanam (LTT) diusung sebagai salah satu narasumber. Tujuan menghadirkan BRMP PH selain berkenaan dengan koordinasi, juga untuk memberikan wahana berpikir yang baru bagi penyuluh, khususnya berkenaan dengan tugas dan fungsi BRMP yakni Peran Penyuluh dalam Pemanfaatan Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Hasil Pertanian, jelasnya.
Dalam arahannya dan penyampaian materi, Kepala BRMP PH, Nuning Nugrahani mengenalkan peran BRMP PH yang saat ini memiliki fungsi strategis dalam pengelolaan, pengendalian pemanfaatan, perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) hingga fasilitasi pemanfaatannya melalui pengikatan kerja sama lisensi hasil inovasi pertanian. Meskipun secara struktur kelembagaannya tergolong ringkas dengan SDM yang sangat sedikit, BRMP PH diamanahkan dapat berperan sebagai penghubung (connector) antara kebutuhan riil di tingkat petani dengan balai-balai teknis komoditas maupun perakit teknologi.
Nuning menjelaskan beberapa hal yang diidentifikasi selama mendapatkan amanah sebagai Pj LTT di Kab. Cianjur, terutama berkenaan dengan ketersediaan dan tata kelola air lalu terakhir ini adanya ancaman serangan hama tikus yang perlu segera diantisipasi, karena serangan makin tinggi di fase vegetatif. Berdasarkan belanja masalah dan informasi dari rekan-rekan penyuluh di lapangan terkait pelaksanaan program LTT yang kemudian saat ini juga ditambah dengan kegiatan Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS), BRMP PH berupaya memfasilitasi kebutuhan teknologi, mulai dari fasilitasi pengadaan benih hingga teknologi geolistrik untuk pemetaan ketersediaan air," papar Nuning.
Dengan target LTT maupun PM-AAS, Nuning juga menekankan pentingnya masukan dan data akurat dari para penyuluh, baik terkait kondisi lahan, produktivitas, termasuk penguatan unit usaha koperasi tani yang mungkin ada di wilayah binaan penyuluh, agar intervensi teknologi yang diterjunkan oleh Kementan dapat berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pada kegiatan ini juga, Nuning mengingatkan kembali peran strategis dari penyuluh itu sendiri yang seharusnya komprehensif, yakni sebagai edukator, fasilitator, komunikator, motivator, penghubung, dan bahkan sebagai evaluator. Dari sisi diseminasi, penyuluh diharapkan sebagai pengerak yang menghubungkan petani dengan semua pemangku kepentingan, termasuk dengan teknologi. Agar proses pelaksanaan peran ini berjalan dengan baik, maka penyuluh bisa kembali menerapkan koordinasi dinamis dengan metode Spektrum Diseminasi Multi Channel (SDMC) agar esensi dari penyuluhan jangkauannya lebih luas, tepat sasaran, dan tentunya lebih cepat.
Adapun narasumber lainnya yang berasal dari Koordinator Kelompok Substansi Penyuluh di Jawa Barat sekaligus tokoh penyuluh Jawa Barat, Odik Setia Sukmana, S.P., M.P, menegaskan pentingnya transformasi penyuluh pertanian agar bertindak fleksibel, adaptif, dan berada dalam satu komando untuk mendukung pencapaian swasembada pangan. Odik yang menyampaikan materi Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian dalam menjaga Swasembada Pangan mengimbau agar penyuluh dapat menguasai data potensi wilayah di daerah binaan masing-masing, mulai dari data riwayat lahan, penggunaan benih unggul, pemupukan presisi, hingga kondisi kelembagaan kelompok tani. Hal ini perlu menjadi pemahaman bersama karena swasembada yang ingin dicapai saat ini bukanlah swasembada sesaat, melainkan swasembada pangan yang berkelanjutan (sustainable) serta berorientasi ekspor, tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif bersama lebih dari 100 penyuluh Kab, Cianjur ini menjadi bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk antara BRMP PH selaku Pj LTT dan jajaran penyuluh Kabupaten Cianjur untuk terus memperkuat komunikasi berkala demi mengawal swasembada pangan berkelanjutan.